Agenda Kegiatan

Sat, Sep 25th, 2010
Camp - Periode II/ 2010

Login






Lost Password?
No account yet? Register
We have 1 guest online
Andaikata Saya Orang Terkaya di Indonesia (Mimpi Kali Ye) PDF Print E-mail
 

By Novry Simanjuntak, on 04-08-2007 14:30

Published in : Artikel, Pria

Beberapa waktu lalu kita mendapat informasi, Daftar Orang Indonesia Terkaya yang dikeluarkan majalah GlobeAsia. Tampil di urutan pertama adalah Budi Hartono, pemilik Djarum, total kekayaan lebih dari 30 trilyun rupiah (kira-kira berapa jumlah Alkitab yang bisa diperoleh dengan nilai itu….). Diikuti beberapa nama beken seperti Putera Sampurna dan Liem Sioe Liong.

 

Memperhatikan daftar itu, timbul imajinasi liar di kepala andaikata saya menjadi Budi Hartono. Inilah kira-kira hasil khayalan itu:
Saya akan bangun gedung megah berlabel Men’s Centre, 8 lantai dengan luas minimal 10.000 m2 per lantai, dengan akses internet cepat tanpa batas, wifi serta teknologi canggih lain, dilengkapi dengan AC dan suasana yang nyaman. Visinya jelas membuat semua pria Indonesia percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, kemudian akhirnya maksimal sesuai dengan karakterNya.

Lantai 8 akan ditempati hall besar dengan tata suara yang baik serta dilengkapi tata lampu yang menarik. Lantai ini siap menampung 5.000 pria untuk berkumpul memuliakan Tuhan. Akan terjadi suatu kegerakan dan banyak pria berubah menjadi maksimal setelah dijamah Tuhan pada saat KKR di lantai ini. Selanjutnya mereka akan dibina lewat camp atau sesi-sesi pemuridan yang secara periodik dilaksanakan.

Perpustakaan digital dilengkapi puluhan free notebook dan buku-buku lengkap masalah ke-pria-an atau hal lain yang baik untuk pria, akan menempati lantai 7. Dengan adanya ini, para pria didorong untuk membaca sehingga diharapkan mereka tidak stuck tetapi terus menambah wawasan dan pengetahuannya. Pria harus bisa menjadi sumber pengetahuan yang benar dan up to date di tengah keluarga, usaha/karir dan gerejanya.

Lantai 6 adalah office dengan ruang-ruang yang nyaman, akan ditempati oleh staff full time, part time, simpatisan tidak terikat, yang sebagian besar atau jika memungkinan semuanya pria (gimana ya jadinya….?). Antar mereka sudah mengalami pemulihan hingga tampil simpatik dan welcome terhadap pengunjung yang datang. Tidak lupa TV flat 52” melengkapi dinding ruang tamu/tunggu dengan terus-menerus menayangkan secara menarik profil organisasi, aktivitas yang sudah berjalan serta program kerja yang akan dilaksanakan, masing-masing di tiap-tiap departemen. Saya bayangkan tampak hubungan antar bagian sangat harmonis, berkoordinasi, bekerjasama dan semua program saling melengkapi serta dipersiapkan dengan matang sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh.

Segala hal yang berkaitan dengan job training/seminar akan rutin dilaksanakan di lantai 5 dengan materi-materi yang sederhana dan ringan tetapi penting untuk dilaksanakan. Dalam organisasi sosial atau bisnis misalnya. Seorang pria harus mengetahui betul target, job desc dan bisa menyelesaikan tanggung-jawab akan suatu tugas/pelayanan yang diberikan. Pria juga harus dinamis, aktif dan kreatif memberikan sumbangan pemikiran, waktu dan tenaga terhadap sesuatu hal yang dipercayakan kepadanya. Tidak bersungut-sungut, bersedia menerima masukan dan menyelesaikan tugas dengan baik adalah sifat pria yang sejati. Mengapa begitu…. saya rasa tidak perlu dipertanyakan lagi. Dashyat men jika pria maksimal dalam suatu organisasi/kepanitiaan.

Imajinasi masuk ke beberapa ruang di lantai 4, yang berfungsi untuk aktifitas sharing kelompok atau pribadi. Di sini, setiap saat pria bisa mengaku dosa dan menyampaikan permasalahannya baik dalam keluarga, usaha/karir atau pelayanan secara lebih terbuka. Fasilitator siap membantu untuk memberi pencerahan atau mencari jalan keluar akan persoalan-persoalan yang dihadapi pria. Tentunya mereka sudah dibekali training yang mumpuni perihal mentoring.

Lanjut ke lantai 3, kafe yang cozy ala Starbucks, chinnese food gaya 68, bubur Sukabumi …. serta bebek panggang kesukaan rekan saya Teddy, tersedia dengan lengkap. Segala yang berhubungan dengan “kampung tengah” termasuk tempat nongkrong bermodalkan 1 cangkir kopi untuk waktu sepuasnya, tersedia di lantai ini. Tidak ketinggalan karaoke dan live music khusus lagu dan penyanyi rohani ikut hadir menampung bakat nyanyi dan hiburan positip bagi para pria. Dan bagi yang punya talenta musik, tersedia studio khusus dengan peralatan yang lengkap dan jam-jam latihan yang teratur.

Tiba-tiba saya tersadar dan khayalanpun berhenti tanpa lanjut ke lantai berikutnya…… Ah rasanya indah sekali jika banyak pria dipulihkan akibat dari imajinasi saya. Akan tampil suami-suami idaman yang mau mendengar sampai dengan mengerti kebutuhan istrinya. Anak-anak akan bangga mendapat figur ayah yang ideal dan punya waktu untuk mereka. Para karyawan akan bersikap jujur dan punya loyalitas yang tinggi terhadap perusahaan. Hadir banyak pengusaha/pimpinan yang akan lebih memperhatikan dan tidak bersikap egois terhadap karyawan/bawahannya. Tercipta kumpulan pengerja/pengurus yang aktif memberikan ide, waktu dan tenaga serta melayani dengan hati, tidak sekedar rutinitas belaka. Akan terbentuk jemaat/anggota/peserta yang punya komitmen untuk tumbuh dan memberikan kontribusi positip bagi gereja.

Luar biasa. Pasti keluarga, bisnis/karir , gereja dan negara akan dipulihkan dan diberkati. Betapa indahnya jika kita bisa memiliki tempat yang akan menghasilkan sesuatu semacam itu. Tapi sayang, saya bukan Budi Hartono.
   

Users' Comments  
 

Average user rating

 

Display 4 of 4 comments

By: budi"bun"handoko on 11-09-2009 19:57

wow,shayang cuma sekedar mimpi,ya!tapi gak apa2x semua berawal dari mimpi dan mumpung mimpi msh gratis.semoga terwujud mimpinya dan pasti sy yg dtg pertama kali ke gedung impian itu!hahahahaha.........

 

» Balas komentar ini...

By: glen lasut on 16-06-2009 17:04

banyak hal besar dimulai dari sebuah "mimpi". 
"apa" yang kita pikirkan ttg masa depan, mempengaruhi "siapa kita" di depan. 
Apalagi yang bermimpi itu "anak Tuhan" dimana TUHAN ada dalam kehidupannya. 
So..what's problem?..gbu. 8)

 

» Balas komentar ini...

By: Daniel Hendrawan on 03-06-2009 12:19

wah orang terkaya di indonesia ini boleh juga ya? tapi ingat,yg Tuhan Yesus ingin bukan semua orang di dunia harus jadi orang Kristen,yg Dia ingin hanya semua orang di dunia menjalankan apa yg sesungguhny dkehandaki Allah Bapa di Surga ciieeee...

 

» Balas komentar ini...

By: Mario Santoso Gozali on 08-04-2008 11:57

Wahh.. Keren bangett tuch impiannya 
tp gpp qta arus mempunyai dream untuk kedepannya. 
So tidak ada yg mustahil asal semuanya untuk kemuliaan Bapa di Surga 
 
GBU :grin

 

» Balas komentar ini...

» See all 1 replie(s)

Display 4 of 4 comments



Tambahkan komentar Anda
Name
E-mail
 
Komentar
 
Jumlah huruf yang tersisa: 600
 
  This image contains a scrambled text, it is using a combination of colors, font size, background, angle in order to disallow computer to automate reading. You will have to reproduce it to post on my homepage
Enter what you see:

   
   



mXcomment 1.0.7 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >

Komentar Terakhir

Semua Itu Baik: Penderitaan Papa...
seperti yang bro Arman saksikan pada...
Selanjutnya...
Oleh andreas harry p

Sindikasi

Pendapat Anda

Media komunitas yang anda sukai
 
Menurut anda, berapa kali sebaiknya ikut Men's Camp sebagai peserta?