Agenda Kegiatan

Sat, Sep 25th, 2010
Camp - Periode II/ 2010

Login






Lost Password?
No account yet? Register
We have 1 guest online
Pastoral Men's Camp, Mons-Belgium PDF Print E-mail
Last Updated ( Kamis, 28 Agustus 2008 )
 

By Arman Harijanto, on 28-08-2008 13:41

Published in : Berita, Pelayanan

 La methode de Dieu, c’est l’homme

“God’s Method is Men”, demikian slogan yang mendorong 12 orang hamba Tuhan berdomisili di Eropa barat untuk mengikuti camp khusus hamba Tuhan di AUBERGE DE JEUNESSE, Mons, Belgium.  Camp diikuti oleh 9 peserta baru dan 3 orang dari Belgia & Perancis yang sudah pernah ikut camp serupa tahun lalu. Dari 9 peserta baru; 3 hamba Tuhan berasal dari Perancis, 2 dari Belgia, 1 dari Polandia yang saat ini menggembalakan jemaat di Jerman, 2 dari Filipina yang saat ini menggembalakan jemaat di Paris dan 4 orang asli Indonesia yang saat ini melayani di Belanda. Sesungguhnya sangatlah tidak mud ah untuk mengadakan sebuah acara rohani dengan jumlah peserta sebanyak itu di Eropa apalagi ketika musim liburan. Ini Luar Biasa!

 

 Josef & Asien: JendralNYA Tuhan di Eropa

Luar biasa stamina dua orang Indonesia yang Tuhan tempatkan di Eropa Barat; Josef Setia (Paris-France) dan Asien (Aachen-Germany). Mereka adalah para gembala Lighthouse Church. Josef adalah orang yang sangat luar biasa dalam karunia melayani. Masa persiapan camp menjadi tanggung jawabnya mulai dari membuat brosur, mengundang pembicara, penjemputan, hospitality, multimedia hingga menjadi interpreter (English – France) bagi para pembicara yang sama sekali tidak bisa berbicara bahasa Perancis.

 

Asien, dengan sosok mungilnya memberikan ‘taste’ tersendiri dalam setiap sesi melalui ‘guyonan’ dan ‘celetukan’ nya sehingga membawa suasana camp menjadi ‘cair’. Walau terlihat suka bercanda, Ps. Asien  tetap serius melayani setiap peserta camp khususnya yang berbahasa Jerman.

 

 

Self Service but Enjoy

 Berbeda dengan camp di Indonesia, peserta, tim & pembicara di camp Belgium ini harus rela self-service mulai dari angkat koper, pasang seprei di kasur masing-masing dan pada waktu makan. Puji Tuhan, camp kali ini juga tidak ketinggalan peran 3 Ibu dari pelayanan Wanita Bijak. Mereka adalah Ibu Rose Leo & Alfina Oktavia (Indonesia) serta Lulu (istri Josef) yang fasih berbahasa Perancis. Mereka memb erikan kesaksian di sesi Tips1$ dalam 3 bahasa (Indonesia, Inggris, Pe rancis), ‘gado-gado’ tapi seru hingga para pria disingkapkan mengenai kebenaran akan teman pewaris tahta Kasih Karunia. Tidak hanya itu, para ibu mempersiapkan snack & coffee break selama camp 3 hari itu. Selama sesi Pria Sejati berlangsung para ibu saling mementor yang dipimpin oleh Ibu Rose Leo, tentu topiknya seputar dunia istri & wanita.

 

 

Lawatan di Camp

 Tiap sesi dibawakan dalam bahasa Inggris oleh Ps. Eddy Leo, Arman & Asien, diterjemahkan dalam bahasa Perancis oleh Josef dan Georges (seorang businessman dari Belgia yang fasih berbahasa Indonesia) secara bergantian. Mulai dari sesi pertama hingga terakhir, setiap peserta terlihat serius dalam diskusi kelompoknya. Bahkan ad a beberapa dari mereka yang tidak sungkan-sungkan menangis karena Tuhan menjamah mereka  khususnya sewaktu tantangan pengampunan & hati bapa.
Seperti halnya di Indonesia, kesempatan bersaksi menjadi sebuah moment yang ditunggu-tunggu. Ada seorang pria Perancis yang telah mengikuti camp tahun lalu menceritakan tentang pemulihan hubungan dengan istrinya dan ia sudah tidak lagi mengkonsu msi alkohol. Walau sampai saat camp berlangsung, ia belum dapat sepenuhnya meninggalkan kebiasaan buruknya dalam merokok, ia berkomitmen untuk tetap setia berjuang hingga bebas dari ikatan itu. Waow... 123! YES. Kesaksian lain nya diberikan oleh seorang Hamba Tuhan dari Jerman yang begitu senang dengan camp ini. Awalnya ia tidak mau ikut camp namun karena dorongan dari istrinya ia tetap mengikuti camp dengan setia sampai akhir. Setiap sesi ia dilawat Tuhan, b erani mengakui dosanya dalam kelompok. Ia mengatakan bahwa selama ini hidupnya belum maksimal, tapi di camp ini ia menemukan kunci kehidupan bagi keluarganya dan yang paling penting, ia berkomitmen untuk melakukan semua kebenaran yang telah ia terima di camp ini.
Intinya, setiap peserta memiliki kesan yang mendalam terhadap camp ini. Ketika kami selesai mendoakan seorang pendeta keturunan  Filipina, ia mengatakan bahwa camp ini menjamah hidupnya. Ia tampak bersemangat dan rindu untuk ikut camp berikutnya.

 


 

Rencana Camp Reguler

Tidak disangka, setelah camp selesai, Josef & Asien ternyata sudah merencanakan 2 camp reguler sekaligus pada bulan  Oktober – November 2008 mendatang. Beberapa peserta Hamba Tuhan sangat antusias dengan rencana ini. Mereka berkomitmen untuk mengirimkan jemaatnya mengikuti camp mendatang ini. Josef sendiri mentargetkan 60 peserta akan hadir dalam setiap camp tersebut. Yang pertama akan diadakan di Perancis tanggal 24-25 Oktober dan yang kedua kembali diadakan di Mons tanggal 31 Oktober-1 November. Doakan, akan ada 2 orang dari Indonesia akan melayani di camp tersebut. Doa kan agar Josef bersama tim yang kuat dapat mempersiapkan kedua camp tersebut dengan sempurna, peserta lebih banyak, para interpreter serta kecukupan dana agar para pembicara dari Indonesia menjadi berkat di Eropa Barat.

Tuhan memberkati pria yang haus akan kebenaran! 1 2 3 . . . . YES!

   

Users' Comments  
 

Average user rating

 


Tambahkan komentar Anda
Name
E-mail
 
Komentar
 
Jumlah huruf yang tersisa: 600
 
  This image contains a scrambled text, it is using a combination of colors, font size, background, angle in order to disallow computer to automate reading. You will have to reproduce it to post on my homepage
Enter what you see:

   
   

Tak ada komentar



mXcomment 1.0.7 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
Next >

Komentar Terakhir

Semua Itu Baik: Penderitaan Papa...
seperti yang bro Arman saksikan pada...
Selanjutnya...
Oleh andreas harry p

Sindikasi

Pendapat Anda

Media komunitas yang anda sukai
 
Menurut anda, berapa kali sebaiknya ikut Men's Camp sebagai peserta?