| By Arman Harijanto,
on 26-01-2006 15:20
|
Published in : Artikel, Pria |
Ini adalah tahun dimana Tuhan mau agar kita mengalami kedahsyatan perjanjianNya. IA telah demikian lama menghendaki agar kita menyadari bahwa kita segambar dan serupa denganNYA. Sayangnya, dosa telah menjadi penghalang bagi kita sehingga tidak bisa mencapai keserupaan denganNYA.
Efesus 5 : 1 mengatakan bahwa kita adalah Anak-anak Terang yang harus menjadi penurut-penurut Allah seperti anak-anak. Di ayat ini dalam alkitab bahasa sehari-hari dikatakan "mengikuti teladan Allah". Charles Capps menggunakan istilah imitators (orang yang menjiplak atau mengimitasi) untuk ayat ini. Dengan kata lain, kita sebagai anak-anak Allah harus mengimitasi Tuhan sama seperti anak-anak "mengimitasi" ayahnya. Yesus mengimitasi BapaNya dan menghasilkan kuasa yang sama seperti BapaNya. Bapa selalu bekerja dengan perkataanNya. IA tidak pernah melakukan sesuatu tanpa mengatakan terlebih dahulu. Dalam perjanjian lama dicatat, dunia dan seisinya dijadikan melalui FirmanNya (perkataanNya). Dalam perjanjian baru, Tuhan Yesus BERKATA kepada angin, laut dan setan-setan. Demikian juga IA mengutuk pohon ara dengan berkata-kata. Bahkan IA berkata kepada orang mati untuk bangkit. Semuanya taat kepada perkataanNYA dan ada kuasa yang mengalir dari perkataanNYA. Sayang, kebanyakan kita sebagai anak-anak Tuhan tidak menggunakan perkataan-perkataan kita sehari-hari seperti perkataan-perkataan Tuhan. Kita tidak mengimitasi perkataan Tuhan. Apa akibatnya? Perkataan-perkataan kita mengandung ketakutan, kekuatiran dan kekalahan. Perkataan-perkataan kita membuat kita terikat dan terjerat dalam berbagai kesulitan dan dosa (Amsal 6 : 2). Untuk mengimitasi Tuhan, kita mesti berbicara (berkata-kata) seperti DIA berkata-kata dan bertindak seperti DIA bertindak. Mengapa perkataan Tuhan selalu berhasil? Dan segala sesuatu yang ada di Dunia ini selalu taat kepada perkataanNya? Ingatlah bahwa Tuhan adalah Tuhan yang beriman (a faith GOD). Tuhan melepaskan imanNya melalui perkataan. Perkataan seumpama cawan yang bisa diisi dengan iman atau ketakutan. Ketika dituang, maka hasilnya akan sama seperti isinya. Jika perkataan kita diisi dengan iman maka iman akan bekerja dalam diri kita. Iman timbul dari pendengaran dan pendengaran akan Firman Tuhan. Iman akan bekerja lebih cepat ketika kita mendengar dan memperkatakan segala sesuatu yang Tuhan katakan. Sebaliknya jika perkataan kita diisi dengan ketakutan, kekuatiran dan kekalahan maka hal-hal negatif dan dosa yang akan menguasai kita. Jadi, setiap perkataan Tuhan mengandung IMAN. Ini imanNYA Tuhan, iman sebesar biji sesawi yang memindahkan gunung. Karena itulah, perkataan Tuhan demikian dahsyat. Dengan perkataan Tuhan, kita dapat mengatasi segalanya. Dalam buku "God's Creative Power", Charles Capp membuat penyataan: Faith-filled words will put you over Fear-filled words will defeat you Tuhan ingin kita mengimitasi diriNYA terutama perkataanNYA. Maukah kita berkata-kata dengan perkataan imanNya Tuhan? Selamat menjadi imitasinya Tuhan. |
By: Arif Sandjaja on 05-03-2009 10:58
Orang berkata "mulutmu harimaumu". Sy setuju, bahwa Tuhan ingin kita mengimitasi diriNya dlm perkataan. Bukankah hidup mati kita dikuasai lidah? Saya dulu sering mengucapkan kata2 yg sia2, ttp Puji Tuhan setelah lahir baru perkataan yg sering keluar adl Firman Tuhan. Rasanya nggak ada waktu lagi ngomongin orang lain, guyonan cabul, mengumpat, dll. Hasilnya ..luar biasa!!! Hari-hari baik saya alami dlm hidup saya. TQ GBUs
» Balas komentar ini...