| By Adhiwardhana Widjajanto,
on 08-02-2006 08:34
|
Published in : Berita, Camp |
Persis seperti tahun-tahun yang lalu, jumlah peserta camp kali ini tidak terlalu banyak meskipun data yang mendaftar lebih dari seratus orang. Dengan komposisi seperti di atas dan fasilitator yang tak mungkin batal berangkat, akhirnya satu kelompok hanya terdiri dari dua atau tiga peserta saja.
Sabtu pukul dua dini hari, saya, Bp. Arman dan Bp. Sin Mulyadi baru tiba di Villa Ratu setelah mengisi sesi ke-3 Camp KTC di Mount Hermon. Disambut oleh Bp. Eddie Kurniawan dan rekan-rekan Dept. Umum lainnya yang sudah tiba terlebih dahulu untuk melakukan persiapan. Setelah melakukan adjustment sedikit dan mempersiapkan multimedia, kami menyusul tim profetik yang sudah terlelap. Jam saya sudah menunjukkan pukul empat pagi. Pukul enam kurang saya dibangunkan oleh dering iPAQ. Ada peserta yang minta bantuan arah ke Greenville Maizonette. Wah wah, tidak ikut Pra Camp rupanya. Saya beri nomor kontak Junaidy yang mengatur keberangkatan bis dan kembali tidur. Jam 6.30 SMS membangunkan saya lagi, menginformasikan bis pertama sudah meluncur. Datang pukul 8 lebih, 30 menit kemudian bus kedua membawa seluruh peserta sampai di Villa Ratu. Udara cerah pagi itu serta perut kenyang (nasi uduk satu dus untuk tiap peserta dibagikan di dalam bus) membawa kesegaran baru bagi kami semua untuk mengikuti acara. Sesi pertama, Hukum Maksimal, dibawakan oleh Bp. Seno Wijaya pukul 09 tepat. Sepertinya biasa saja, tapi Allah benar-benar bekerja lewat hambaNya. Seluruh peserta maju ke depan saat altar call. Breakthrough di sesi awal, menandakan hati yang terbuka untuk Allah dalam mengadakan perubahan. Sesi selanjutnya dilalui dengan dahsyat. Kesempatan bersaksi di panggung yang baru dibuka setelah makan siang dibanjiri peserta. Ada satu pria yang ingin segera pulang ingin membasuh kaki istrinya karena merasa sudah terlalu lama menjadi iblis dalam keluarga. Sesi ketiga dan keempat dibawakan oleh Bp. Hendra Zefanya. Kesaksian dan fakta-fakta tentang pria yang tidak maksimal diutarakan mendominasi sesi ini. Hasilnya benar-benar menemplak banyak orang. "Siapa yang mau jika tua nanti dibuang oleh anak sendiri ke panti jompo...", tantang Bp. Hendra di tengah sesi. Berlangsung on time, seluruh acara hari itu selesai pukul 22.00. Di barak panitia, kami pun masih sharing dengan antusias, sekalian menunggu Bp. Arman kembali dari Mount Hermon, mengisi sesi di sana. Esok harinya, dimulai dengan penuh semangat. Sesi kelima dan keenam dibawakan oleh Bp. Arman dan Bp. Sin Mulyadi. Seperti yang terjadi di Camp KTC, seluruh peserta tertegun saat melihat klip video tentang maaf dan pengampunan. Belum lagi sesi selesai, beberapa sudah menangkupkan tangan, menangis, hancur hati. Kesempatan kesaksian terakhir benar-benar dalam lawatan Allah. Delapan pria 'membuat malu iblis' dengan kesaksian dan komitmennya. Ada yang bertobat karena membiarkan istrinya membetulkan atap genting dan jatuh. Ada yang dengan susah payah mengampuni pendeta yang menyiksanya secara fisik saat kecil. Acara camp ditutup dengan pujian sorak sorai. Pukul 14.00 seluruh pria pulang dengan membawa semangat perubahan. 68 pria MEMILIH memulai tahun 2006 ini dengan perubahan MENJADI SERUPA DENGAN KRISTUS. Bagaimana dengan anda? Camp berikutnya tanggal 29-30 April 2006. Pendaftaran via web sudah bisa dilakukan mulai sekarang.  123...! Yes...! |
|
|