| By Adhiwardhana Widjajanto,
on 01-03-2007 08:36
|
Published in : Berita, Camp |
140 pria bersama, hadirat Allah dinyatakan... 140 pria bersehati, mukjizat terjadi...! 25 tim inti, 23 fasilitator, dan 91 peserta memilih untuk memulai tahun 2007 ini dengan mengikuti Camp Pria Sejati. Lebih dari 30 denominasi, etnis, dan latar belakang mewarnai peserta camp kali ini.
Bis peserta berangkat dari Jakarta pukul 06:30 dan sampai di lokasi (Pusdiklat Lautan Berlian, Cipanas) tiga jam kemudian. Gebrakan pertama (Musa dan Kesepuluh Undangan & Menetap di Luar Kanaan) dibawakan oleh Bp. Martinus Liur. Allah bekerja dahsyat. Sesi pertama ini ditutup dengan altar call yang luar biasa. 95% peserta maju untuk bertobat, hancur hati. Pengakuan dosa, keterbukaan, dilakukan dengan sepenuh hati, terlihat saat peserta seperti enggan menghentikan diskusi kelompok untuk masuk ke sesi berikutnya (Hukum Maksimal & Problema Playboy) yang masih dibawakan oleh Bp. Martinus. Setelah istirahat siang, barulah dibuka kesempatan untuk mempermalukan Iblis. Kesaksian dan pengakuan dosa para peserta di atas panggung seperti mengalir. Padahal ini baru dua sesi. Tema selanjutnya (Ada Celah di Daun Pintu) dibawakan oleh Bp. Bambang Irawan. Seperti camp yang lalu, sesi ini selalu menarik untuk dicermati. Materi ini menggunakan contoh dari potongan film biasa, tapi dikemas secara khusus, selalu membuat banyak peserta terhenyak, menyadari kesalahan, kekeliruan, ketidak hadiran seorang pria di dalam keluarga. Sekali lagi Allah bekerja, menyentuh banyak hati para pria saat tantangan kesembuhan Malam itu banyak kamar yang masih terdengar sharingnya sampai larut malam. Esoknya, sesi empat (Adakah Seorang Imam di dalam Rumah Tangga?) dan lima (Tanggung Jawab Berhenti di Sini) dibawakan oleh Bp. Sin Mulyadi dengan singkat, tajam, dan jelas, dilanjutkan dengan altar call. Sesi terakhir (Pimpinan Yang Diubahkan) dibawakan oleh Bp. Arman Harijanto, diakhiri dengan doa bersama. Allah bersuka cita hari itu. Banyak kesaksian para pria yang mengambil komitmen untuk berubah, menjadi lebih baik, menjadi serupa dengan Kristus. Pukul 16:00 bis dan kendaraan terakhir meninggalkan lokasi camp, mengantarkan para pria kembali ke rumah tangganya untuk mengalami perubahan. "Saya melihat peserta-peserta mengalami pemulihan dalam hubungan dan kepahitan dan pr bagi para fasilitator untuk menindak lanjuti bagi mereka yang belum terbuka sepenuhnya. Beberapa dari mereka yang terikat pornografi dan percabulan berkomitmen untuk meninggalkannya. Haleluya!" - Bp. Jeffry Oktaviady, Supervisor - "Di Camp Pria Sejati saya mengalami banyak antara lain pemulihan hati Bapa. Saya belajar tentang keluarga khususnya kebenaran dalam karakter dimana banyak hal yang saya anggap benar tapi ternyata salah. Saya sungguh bersyukur bisa ikut Pria Sejati." - Bp. William Arianto Ruslim, Peserta dari GBI The Rock Papua - "Setelah camp, saya sudah tidak merokok lagi, yang tadinya sehari empat sampai lima bungkus. Terima kasih, Tuhan memberkati." - Bp. Aldo Halim, Peserta dari GKY - Perubahan Bukanlah Perubahan Sampai Terjadi Perubahan.  |
|
|
By: ronald on 27-08-2008 06:46
Semoga Tuhan selalu memberkati camp seperti ini. Dan agar Tuhan selalu mengingatkan para pekerja/individu yg terlibat dapat bersikap benar-benar sebagai pria sejati/sesuai dengan sikap melayani.Amin
» Balas komentar ini...