| By Khaisa Suroso,
on 10-05-2007 08:40
|
Published in : Berita, Camp |
 Saat pria lainnya masih tertidur, Sabtu 5 Mei 2007 pukul enam pagi 115 pria dengan antusias besar telah siap berangkat mengikuti Camp Pria Sejati yang akan diadakan di Kampoeng Bamboe, Cipanas, Puncak. Tiba di lokasi pukul 09.30 disambut dengan tenda (ya, benar-benar camp!) yang sudah disiapkan oleh tim sebagai ganti ruang aula untuk sesi pertama. Rencana Allah memang jauh melampaui pikiran manusia.
 Acara dimulai dengan pujian yang dipimpin oleh Bp. Pieter dengan sorak sorai, melompat, dan menari buat Tuhan kita. Cuaca sejuk dan matahari bersinar terang, sungguh pagi yang sangat indah, hadirat Allah sungguh terasa. Bahkan beberapa orang dari pejabat daerah Petamburan Jakarta yang sedang beracara di aula pun ikut nimbrung, sambil sesekali menganggukkan kepala saat mendengarkan kebenaran firman Tuhan (Sesi 1: Musa dan Kesepuluh Undangan) yang dibawakan oleh Bp. Ishak Tulus. Setelah makan siang acara dipindahkan ke aula. Keterbukaan adalah awal pemulihan. Pengakuan dosa menghapuskan kutuk. Kesaksian setelah sesi kedua dibuka dengan dahsyat. Seorang peserta mengaku bahwa dia pernah hendak membunuh (euthanasea) anaknya sendiri dengan melepas seluruh alat bantu kehidupan bagi bayinya yang lahir prematur, hanya karena alasan biaya perawatan ICU yang mencapai ratusan juta rupiah. Allah cukup bekerja satu malam untuk memulihkan. Keesokan harinya bayi tersebut ternyata masih hidup tanpa alat bantu apapun dan sehat sampai hari ini. Apa yang tidak pernah dilihat mata, apa yang tidak pernah didengar telinga, semuanya disediakan Allah bagi semua orang yang mengasihiNya. Sesi terakhir hari Minggu dibawakan oleh ketua CMN Indonesia Bp. Budi Jonatan, ditutup dengan sukacita. Semua pria bergandengan tangan, mengambil komitmen untuk mengubah hidupnya, MEMILIH menjadi PRIA SEJATI.  |
|
|